RENUNG-RENUNGKAN LAH WAHAI SAHABAT


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Surah A-Maidah ayat 8)


Khamis, 12 November 2015

AKU TAK PERNAH BAGI DUIT KAT YAPEIM!

Ketika masih bekerja dengan kerajaan dahulu, Yayasan Pembangunan Ekonomi Islam Malaysia (YAPEIM) dilancarkan. Aku tak ingat siapa pengerusinya cuma yang aku ingat salah seorang figuranya adalah Nakhaie Ahmad, bekas Naib Yang Dipertua PAS yang keluar parti untuk menyertai UMNO. Itupun aku tak pasti dia di YADIM ke atau YAPEIM. Tapi itu bukan isunya di di sini.

Masa itu telah dilancarkan juga kempen sumbangan amal jariah secara potongan gaji. Aku tak pernah terliur ubtuk turut menyumbang dengan alasan aku lebih suka menghulur sedekah kepada orang yang menerimanya secara langsung, puas hati!

Kawan-kawan marah, apalah setakat 10, 20 hengget pun nak berkira ke? Aku jawab memanglah jumlahnya sikit, tapi kalau dikumpulkan berjuta juga.... Sekali kena ngap, tinggal ngep bak kata S Shamsuddin dalam Pendekar Bujang Lapok!

Jangan bersangka buruk, kata kawan-kawan. Aku diam saja sambil tersenyum.....

Dan hari ni aku masih tersenyum .......

Tiada ulasan:

Catat Ulasan